cool hit counter

PDM Kabupaten Batang - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM  Kabupaten Batang
.: Home > Berita > Sedekah Bunga Nasyiatul Aisyiyah Batang

Homepage

Sedekah Bunga Nasyiatul Aisyiyah Batang

Sabtu, 20-05-2017
Dibaca: 412

BATANG - Gerakan sederhana namun penuh makna, namanya sedekah bunga. Itulah yang dilakukan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Batang, Jumat (19/5) di jalur Pantura Kota Batang. Berlangsung sekitar pukul 13.00 sampai selesai, sejumlah perempuan muda dikomando Rizki membagikan bunga kepada para pengemudi kendaraan yang melintas di jalur Pantura serta para pejalan kaki di kota Batang. Ratusan kuncup bunga dibagikan kepada para pengemudi yang umumnya kaum Adam dan pejalan kaki dengan senang hati menerima bunga gratis.

 

Lewat sedekah bunga, Nasyiatul Aisyiyah Batang ingin menebar pesan betapa pentingnya memperlakukan perempuan secara adil dan penuh kasih sayang. Tidak berbuat norak, apalagi disertai kekerasan, seperti fenomena yang sering terjadi belakangan ini, dimana kaum perempuan sering menjadi korban kekerasan baik secara fisik maupun psikologis. Perempuan sering menjadi korban kejahilan dan perilaku primitif akibat tidak mengenal ajaran Islam yang mencerahkan (tanwir), agama yang memajukan dan menjauhkan dari keterbelakangan, membebaskan, membela yang lemah, berpihak pada keadilan dan mengajarkan kasih sayang terhadap perempuan.

 

Sedekah Bunga diilhami oleh spirit gerakan perempuan Muhammadiyah yang awalnya dipelopori oleh Nyi Ahmad Dahlan lewat pengajian Sopo Tresno yang diampunya. Berdirinya ruang belajar bagi perempuan di era itu merupakan salah satu manifestasi dari keyakinan bahwa perempuan punya peran strategis dalam kehidupan domestic maupun social, bukan sekadar sebagai “konco wingking” pendamping suami.

 

Nasyiatul Aisyiyah yang merupakan organisasi perempuan muda Muhammadiyah dengan anggota mulai dari level basis hingga nasional memandang bahwa melihat potensi dan situasi perempuan tersebut maka Islam Berkemajuan dapat diejawantahkan dalam bentuk berbagai gerakan perempuan muda muslim progresif.

 

“Sampai hari ini masih banyak situasi yang kurang menguntungkan bagi perempuan maupun kelompok marginal di tengah masyarakat. Selain mengalami hambatan berbagai hal seperti pendidikan, kemiskinan, rentan penyakit dan dampak terberat dari bencana, kaum perempuan juga menjadi korban ekspolitasi dan kekerasan. Maka diperlukan gerakan antikekerasan terhadap perempuan,” demikian penjelasan Ketua PDNA Batang, Rias Ernawati, S.Pd.

 

"Ikhtiar ini kami lakukan sebagai wujud dukungan moril kepada PPNA yang saat ini tengah mengupayakan percepatan RUU kekerasan pada perempuan dan anak agar segera disyahkan menjadi Undang-Undang," lanjut Rias.

 

Kampanye Antikekerasan terhadap perempuan menjadi tema khusus dalam Musyawarah Daerah XIII Nasyiatul Aisyiyah Daerah di Limpung pada 22 – 23 April 2017. Dalam forum inilah para penggerak Nasyiatul Aisyiyah di tingkat ranting dan cabang, se- kabupaten Batang mengambil keputusan penting dan menentukan langkah-langkah strategis bagi gerakan Nasyiatul Aisyiyah di Batang selama 4 tahun selanjutnya. Termasuk bagaimana menempatkan kaum perempuan dalam posisi yang menguntungkan, mandiri dan berbudi pekerti luhur.

 

Sebagaimana tema dalam Muktamar maka Musyda XIII Nasyiatul Aisyiyah Batang dengan tema “Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa” yang mengandung ikhtiar memperkuat posisi perempuan muda di Batang untuk mewujudkan kemandirian bangsa di tengah makin terbukanya batas lintas negara di masa mendatang. Ikhtiar ini menjadi salah satu titik penting bagi perwujudan kemandirian bangsa.

 

Laporan: Kawe Shamudra.


Tags: NA Batang
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website