cool hit counter

PDM Kabupaten Batang - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM  Kabupaten Batang
.: Home > Subulus Salaam, Musholla Unik di Batang

Homepage

Subulus Salaam, Musholla Unik di Batang


  MUSHOLA Unik. Tak sekadar tempat shalat, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan bermuamalah. Itulah Musholla Subulus Salaam. Kecil dan terselip di kompleks perumahan Wirosari II, Sambong, Batang, Jawa Tengah. Tetapi oleh pengurusnya dikelola semaksimal mungkin sebagai basis pembinaan ummat.

Dibangun tahun 2008 atas peran serta masyarakat umum dan warga Muhammadiyah.   Menempati tanah wakaf yang diberikan oleh Bapak Niti Swasono kepada Muhammadiyah Cabang Batang.

Meskipun tergolong musholla kelas kampung, namun berupaya menciptakan suasana bersih dan asri. Kamar mandi dan tempat kencing didesain agar bersih dan tidak pesing. Sengaja tidak disediakan tempat kencing seperti  musholla/masjid pada umumnya untuk menghindari kesan jorok. Dilandasi  kesadaran pengamalan ajaran Islam bahwa kencing harus jongkok dan cebok secara benar.

Pengurus juga berupaya menciptakan peran musholla yang seimbang antara hablum minallah dan hablum minannas seperti tergambar secara filosofis pada logo musholla Subulus Salaam.

Meskipun masih sederhana, Subulus Salaam mulai merintisnya dengan mengadakan berbagai kegiatan, selain shalat,  ada kegiatan kegiatan rutin lain seperti  zakat,  qurban, dana sosial untuk warga, pengajian rutin bulanan, terjemah Al Qur’an tiap subuh dan  wadah lain seperti Niswa Pustaka.

Muholla ini pernah mendatangkan Snake Hunter Club Indonesia (SHCI) di forum pengajian dengan tujuan memberi pelajaran kepada masyarakat cara menghadapi ular dan manfaatnya  bagi manusia.  

Pernah juga mengadakan lomba mewarnai untuk anak usia TK yang jurinya adalah seorang guru besar dan seorang lagi kandidat doctor dari Malaysia yakni Prof. Tjetjep Rohendi dan Neezam Ahmad). Bahkan pakar VCO Indonesia, Prof DR Bambang Setiaji MSc juga pernah juga diundang untuk memberi pengetahuan yang luar biasa tentang manfaat kelapa bagi kehidupan manusia.

Ibu-ibu dengan Korssa putri membuat gluten agar pengetahuan dan ketrampilan bertambah. Penayangan audio visual menggunakan in focus dan media internet mudah dilakukan karena musholla telah dilengkapi hotspot.

Musholla juga tengah merintis TPQ sains. Berdasarkan keterangan distributor alat-alat laboratorium di Surakarta (CV Alfira Lab) , musholla Subulus Salaam adalah satu-saatunya musholla di Indonesia yang mempunyai fasilitas mikroskop lengkap dengan mikrobiokameranya. Di TPQ sains ini juga telah diuji coba pembelajaran system brain based learning yang memungkinkan anak bisa menghafal materi yang tidak mudah dihafalkan secara “biasa”. Sebagai contoh, siswa bisa menghafal 99 asmaul husna lengkap dengan arti dan nomor urutnya, dan saat ini mereka telah berupaya  menghafal 114 nama-nama surat dalam Al Quran dengan arti dan nomor surat tersebut dengan tepat.

Musholla telah dipinjami sebuah composter sebagai langkah awal kegiatan menuju pembelajaran tentang kepedulian lingkungan.  DPLH Kabupaten Batang telah memberi perhatian pada musholla ini dengan pemberian alat biopori dan tempat sampah gratis.  

Majlis Taklim Ibu-ibu telah dimulai  dengan pengajian yang komprehensif dengan mengundang ustadz & ustadzah dari berbagai  macam level ilmu. Sebagai forum pengajian, majlis taklim ini mengundang ustadz untuk mengajar tafsir Qur’an, ilmu fiqih, namun juga telah mengundang praktisi psikologi (Ibu Nur Agustina Psi). Beberapa waktu sebelumnya diundang pula seorang dokter untuk mengisi masalah kesehatan.

Musholla juga menyediakan beberapa alat kesehatan dengan harapan peralatan tersebut bisa dimanfaatkan oleh jamaah atau warga sekitar secara gratis, seperti alat terapi infra merah, alat pijat messager, dan diupayakan untuk menyediakan fasilitas lain seperti alat cek gula darah, dll.

Diilhami semangat “agent of change” ulama besar KH Ahmad Dahlan, musholla  tampil seperti terlihat sekarang. Penambahan wall aquarium (aquarium dinding) di musholla adalah salah satu upaya menampilkan musholla yang atraktif namun penuh suasana pembelajaran.

Pada awalnya ide pembuatan aquarium berbarengan dengan rencana pembuatan sekat antara tempat wudhu dengan teras musholla. Akhirnya disepakati dengan memasang aquarium yang multifungsi, sebagai partisi penyekat, menambah asri musholla, dan bisa dimanfaatkan sebagai media edukatif.

Karena membutuhkan dana yang agak besar, pembuatan wall aquarium dibantu oleh simpatisan dari Jakarta, Lampung, dan Entikong KalBar. Walll aquarium tersebut cukup besar, panjangnya mencapai 3 meter dengan tinggi 90 cm.

Mengajak anak untuk pergi ke musholla/masjid bukanlah perkara mudah jika kita melihat kondisi saat ini dimana terpaan media yang lebih menarik ada di depan mata mereka, seperti tayangan TV atau PS. Aquarium tersebut diharapkan menggunggah daya eksplorasi anak-anak akan makhluk ciptaanNya.

Insya Allah dalam waktu dekat musholla akan dilengkapi dengan rumah serangga sebagai upaya mengajak anak mencermati ayat-ayat Allah di alam ini sedini mungkin. Sebenarnya musholla atau masjid yang bernuansa “saintific” itu bukan hal yang aneh, namun kita harus menengoknya agak jauh, seribu tahun yang lalu (bukannya seribu tahun yang akan datang?), di masa kejayaan Islam.

Bila malam menjelang, musholla ini lebih nampak lagi keunikannya. Jika di siang hari pohon kersen yang terletak di pinggir musholla berfungsi sebagai peneduh dan tempat burung mencari makanannya, maka di malam hari pohon tersebut berubah menjadi pohon lampu, gemerlap di dahan-dahannya oleh lampu hias. Musholla ini pun pernah dianggap “terlalu aneh” karena memelihara jangkerik, padahal suara jangkerik lebih bernuansa “religius” dibanding suara motor buatan Jepang.

Gagasan-gagasan inovatif diperlukan jika menginginkan musholla sebagai sebuah lokomotif gerakan, sebagaimana gagasan KH Ahmad Dahlan yang banyak dicibir di jamannya seperti memakai meja dan bangku yang kayunya adalah bekas peti minuman keras, mengajar bahasa Belanda di madrasahnya, mengajar ngaji dengan menggunakan produk orang kafir (biola), dll. Keberanian KH A Dahlan tersebut berimbas pada keberanian beliau mengajak masyarakat muslim kembali  kepada Quran dan Sunnah, tantangan besar yang masih berlangsung hingga sekarang.



Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website