cool hit counter

PDM Kabupaten Batang - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM  Kabupaten Batang
.: Home > Berita > Pelatihan KOKAM Kabupaten Batang

Homepage

Pelatihan KOKAM Kabupaten Batang

Minggu, 31-03-2013
Dibaca: 1157

BATANG -  Dengan kondisi alam yang berbukit-bukit dan medan yang jauh dari keramaian, Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Batang sengaja dipilih sebagai tempat pelatihan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Batang.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 30-31 Maret 2013.
 
Materi pelatihan meliputi baris berbaris dan pengenalan dasar SAR bertempat di lapangan Dukuh Silegok, dipandu tim dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah yakni Drs. Eko Basuki dan Puji Lestai. Malam sebelumnya peserta mendapat pembekalan dari Ustad Arif Abu Syamil dari Banjarnegara. Selama hampir separuh malam ustad muda ini mengajak hadirin merefleksi diri untuk mengenal hahikat hidup di dunia dan menempatkan Allah SWT sebagai satu-satunya sumber energi bagi kehidupan.

Komandan KOKAM Batang, Moh. Sorimin sekaligus ketua panitia melaporkan, pelatihan  diikuti 89 peserta utusan dari 9 cabang yakni Limpung, Batang, Reban, Tersono, Kandeman, Gringsing, Pecalungan, Bawang dan Pecalungan. Dalam sambutannya Sorimin berharap pelatihan ini dapat memberi pemahaman dasar dan fungsi kehadiran KOKAM.  “Mudah-mudahan KOKAM bisa mengawal perjalanan Muhammadiyah di Batang dan menambah ghiroh kita dalam berorganisasi,” kata Sorimin mewakili panitia. Selanjutnya dia juga berharap  setelah pelatihan ini ada tindak lanjut, misalnya anggota KOKAM diikutkan pada event-event lainnya.  Atau paling tidak dari sisi sosial ekonomi, kader KOKAM bisa dilibatkan dalam kegiatan amal usaha Muhammadiyah (AUM), misal menjadi satpam.  

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Batang, Haris Nurudin,  dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pelatihan ini berawal dari  munculnya wacana perlunya menyediakan kader Muhammadiyah karena dirasakan organisasi ini minim kader. “Kami berharap peserta mendapatkan pengalaman yang mengesankan dan memberi efek positif pada masyarakat khususnya di Batang. Paling tidak setelah pelatihan ini ada peningkatan kemampuan setiap anggota KOKAM,” tandasnya.

Sekilas KOKAM

Di Kabupaten Batang, KOKAM sebenarnya sudah ada sejak era 1990-an, dengan adanya sejumlah kader yang mengikuti pelatihan. Namun dalam perjalanan selanjutnya, kegiatan KOKAM mengalami kevakuman. Dan baru beberapa tahun belakangan ini mulai beraktivitas dengan mengirim sejumlah kader mengikuti jambore. Pelatihan kali ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat membentengi persyarikatan.

Dalam sejarahnya, KOKAM lahir bukan karena sebuah kebetulan, tetapi atas perkenan dan kehendak Tuhan. Sejarah mencatat, komitmen kemanusiaan dan kebangsaan persyarikatan Muhammadiyah tertulis nyata dalam rentang perjalanan usia dan terpatri kuat dalam sejarah bangsa Indonesia. Dengan tanpa menyinggung peran kongritnya dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik tanpa melupakan arti penting peran kader-kader Muhammadiyah yang berjuang secara individual dan menjadi tokoh besar di berbagai bidang dalam zamannya masing-masing, mulai fase perjuangan fisik hingga pada era pembentukan wajah Indonesia modern.

Sikap istiqomah Muhammadiyah secara kelembagaan tersebut tercermin secara nyata dalam kancah pertahanan keamanan dan lapangan bela negara, seperti Hisbul Wathan pra zaman perjuangan kemerdekaan dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) pada era G.30 S PKI. Perjuangan membangun bangsa dan negara bagi persyarikatan Muhammadiyah bersifat holistik tanpa batas dan tanpa melihat suasana, baik dalam kondisi pahit paupun manis, menguntungkan secara material atau tidak.

Keterlibatan persyarikatan Muhammadiyah dalam kancah belanegara pada era G.30 S PKI (di saat keamanan negeri ini terancam), maka dengan penuh kesadaran institusional, pada tanggal 1 Oktober 1965 jam 21.30 WIB, Muhammadiyah menetapkan berdirinya barisan bela negara yang dikenal dengan nama KOKAM. Keputusan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk peran kongrit persyarikatan Muhammadiyah bersama dengan komponen bangsa lainnya dalam memberi dukungan fisik terhadap berbagai bentuk ancaman bagi kedaulatan negara RI.

Dalam perkembangan selanjutnya, ketika Indonesia relatif damai, KOKAM secara alamiah juga berubah fungsi dan peran, yakni sebagai salah satu jalur pembinaan anggota Pemuda Muhammadiyah berdasarkan minat, bakat, dan kemampuannya, dengan catatan tidak menggunakan uniform militer secara mencolok dan merubah arah aktivitas dari satuan pengamanan ke arah penyiapan sumber daya terlatih untuk penanganan masalah – masalah publik berbasis bencana, sehingga akan tercipta “Pemuda Islam yang ahli SAR, ahli Kepalangmerahan, dan paham tentang tugas-tugas kemanusian.


Laporan:
Kawe Shamudra


Tags: KOKAM Batang
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website